Diego Costa Masih Nantikan Diskusi dengan Chelsea

Diego Costa Masih Nantikan Diskusi dengan Chelsea

Striker Internasional Spanyol, diego Costa, saat ini tengah dihadapkan dengan situasi yang sulit, seiring dengan masa depannya yang belum jelas. Adapun, belum lama ini Costa mengutarakan kejelasan mengenai masa depannya, dan dituturkan oleh pemain Brazil bahwa dia lebih akan menantikan diskusi dengan pihak Chelsea.

Diego Costa Masih Nantikan Diskusi dengan Chelsea

Sebagaimana diketahui, belum lama ini pemain naturalisasi Timnas Spanyol tersebut memang telah mengklaim bahwa dirinya menerima pesan singkat dari pelatih Chelsea, antonio Conte. Dalam pesan singkat tersebut, dikatakan bahwa Conte tidak lagi menggunakan servisnya di lini depan Chelsea untuk kampanye musim depan. Costa sendiri tidak menolak permintaan tersirat dari sang manajer, dan artinya, dia dipastikan bakal meninggalkan Stamford bridge pada musim panas nanti.

Kepastian Costa meninggalkan Chelsea pada musim panas ini membuat sejumlah pihak tertarik untuk mendatangkan sang pemain. Atletico Madrid disebut sebagai kandidat terkuat yang akan mendapatkan servis mantan pemain mereka tersebut, akan tetapi sanksi Embargo Transfer dipastikan tidak bisa mendaratkan pemain berusoa 28 tahun itu pada musim panas ini.

Di Samping itu, juga ada salah satu raksasa Serie A italia, AC Milan turut dikaitkan dengannya, sementara rumor dengan Liga Super Tiongkok juga terus mencuat, meski Costa mengatakan enggan ke Asia karena dapat mengancam harapannya main di Piala Dunia tahun depan.

“Saya tidak tahu, Saya memiliki sisa kontrak dua tahun dengan Chelsea, mereka harus merealisasikan apa yang mereka inginkan dengan saya. Saya harus melihat apa keputusan yang dibuat klub ini.” jawab Costa saat ditanya tentang masa depannya oleh TVE.

Sepertii diketahui, Diego Costa merapat ke Chelsea sejak musim panas tahun 2014 silam. Selama membela The Blues, dia berhasil membawa klub tersebut memenangi dua titel Premier League, termasuk pada musim 2016/17 kemarin.

Thiago Alcantara Akui Guardiola Ubah Sepakbola Jerman

Thiago Alcantara Akui Guardiola Ubah Sepakbola Jerman

Kendati tiga musim diakhiri tanpa gelar Liga Champions Eropa, namun pelatih Pep Guardiola dianggap sudah cukup berprestasi oleh sejumlah pihak dengan mempertahankan titel bundesliga jerman selama periode tersebut. Bahkan, bagi gelandang Bayern, thiago Alcantara, Pep sendiri secara tidak langsung telah mengubah gaya bermain sepakbola Jerman.

Thiago Alcantara Akui Guardiola Ubah Sepakbola Jerman

Sebagaimana diketahui, setelah selama kurang lebih satu musim beristirahat dari pekerjaannya sebagai pelatih sepakbola, usai meninggalkan barcelona di tahun 2012, Pep memilih untuk menangani Bayern Munchen, menggantikan Jupp Heynckess yang sebelumnya berhasil mempersembahkan treble winner. Namun, selama tiga tahun periode kepelatihannya, Pep gagal membawa bayern menjuarai Liga Champions eropa, hanya trofi bundesliga yang sanggup dia pertahankan selama tiga tahun.

Akan tetapi, menurut Alcantara, kesuksesan Pep tidak hanya dinilai dari raihan gelar juara, tapi dari keberhasilannya mengubah gaya sepakbola Jerman. Menurut gelandang Spanyol, sepakbola jerman sebelumnya hanya mengedepankan fisik ketimbang sepakbola. Akan tetapi setelah Guardiola melatih Bayern selama tiga tahun, Thiago merasa penguasaan bola dan tampil mendominasi di atas lapangan menjadi hal yang lebih penting di Bundesliga.

“Pep membawa pengaruh besar dalam mengutamakan nilai penguasaan bola dan mengontrol jalannya laga. Sebelumnya Bundesliga selalu menjadi kompetisi yang mengutamakan kekuatan fisik dan banyak gol. Dia mengubah konsep sepakbola Jerman secara umum dan mereka bisa menemukan keselarasan yang membuat mereka menjadi juara dunia,” ujar pemain berusia 26 tahun itu kepada Marca.

Adapun, Guardiola sendiri akhirnya memutuskan untuk hengkang ke Manchester City di musim panas kemarin, ada akhir masa kontraknya bersama dengan Die Roten. Bersama Manchester city, pep tidak memenangkan apapun, kecuali satu tempat di Zona Liga Champions Eropa.

Sementara itu, Bayern Munchen menunjuk carlo Ancelotti untuk menukangi Muller cs sejak musim panas kemarin dan berhasil mempertahankan trofi bundesliga Jerman.

Timnas Prancis Kalah, Wesley Sneijder Ikut Kecewa

Timnas Prancis Kalah, Wesley Sneijder Ikut Kecewa

Tim Nasional Prancis saat ini mungkin tengah kecewa usai baru saja dikalahkan oleh Timnas Swedia dalam pertandingan lanjutan babak kualifikasi Piala Dunia 2018. Namun, bukan hanya para pemain Les Bleus yag merasa kecewa karena kekalahan tersebut, tapi juga salah seorang penggawa tim Nasional Belanda, Wesley Sneijder, mengapa demikian ?

Timnas Prancis Kalah, Wesley Sneijder Ikut Kecewa

Sebagaimana diketahui, secara mengejutkan Tim NAsional Prancis harus menelan kekalahan saat bertandang ke Friens Arena, Solna, melawan tuan rumah Swedia. Dalam pertandingan tersebut, mereka dikalahkan tuan rumah dengan skor akhir 1-2 , gol penentu kemenangan sendiri tercipta karena blubder fatal yang dilakukan oleh kapten sekaligus sang kiper andalan, Hugo Lloris. karenanya, Timnas Prancis harus rela tergusur dari tahta klasemen ke peringkat dua karena kalah selisih gol dari Swedia.

Sedangkan Timnas Belanda berhasil naik ke peringkat ketiga berkat kemenangan telak 5-0 yuang mereka raih atas Luksemburg. Berkat kemenangan tersebut juga, saat ini de Oranje hanya terpaut tiga poin saja dari peringkat ke-2, prancis. Namun demikian Sneijder pun mengaku kecewa dengan hasil yang diraih finalis Euro 2016 tersebut, lantaran Belanda bakal kian sulit untuk lolos ke play-off lewat jalur runner-up terbaik.

“Kemenangan Swedia atas Prancis tak membantu kami, Akan sulit untuk lolos ke Piala Dunia. Di sisi lain, posisi pertama di grup akan kembali terbuka untuk semuanya.” tuturnya di Goal International.

Sneijder sendiri turut tampil dalam pertandingan melawan Luksemburg, dan berkat penampilannya dalam laga itu, eks pemain Inter Milan ini berhasil mencatatkan rekor baru sebagai pemain dengan caps terbanyak sepanjang sejarah Timnas Belanda, dengan total 133 caps, mengalahkan rekor dari Van der Sar.

Masa depan Sneijder juga belakangan diperbincangkan, sebagaimana kontraknya di galatasaray akan berakhir pada musim panas tahun depan.

Penyesalan Terbesar Chiellini di Final Liga Champions Eropa

Penyesalan Terbesar Chiellini di Final Liga Champions Eropa

Kegagalan Juventus mengakhiri paceklik gelar Liga Champions Eropa usai ditekuk Real Madrid pada partai final akhir pekan kemarin, membuat bek andalan Juventus, Giorgio Chiellini, masih merasa terhantui. Pada kesempatan wawancara terbarunya, Chiellini menuturkan hal yang jadi penyesalannya di partai final kemarin.

Penyesalan Terbesar Chiellini di Final Liga Champions Eropa

Sebagaimana diketahui, dalam pertandingan final yang berlangsung di Cardiff City tersebut, Juventus awalnya lebih mendominasi pada paruh pertama dengan skor akhir imbang 1-1. Namun, performaa bagus mereka memudar di babak kedua, sebagaimana Cristiano Ronaldo, Marco asensio dan Casemiro mencetak gol kemenangan bagi Real Madrid. Sementara itu, Bianconneri harus kembali meratapi kegagalan kedua mereka dalam tiga musim terakhir di final Liga Champions Eropa.

Tentu saja, kegagalan ini hanya meniggalakn kekecewaan dan penyesalan di hati para pemain Juventus, tidak terkecuali giorgio Chiellini. Namun, bek Internasional Italia tersebut mengakui bahwa Juventus memang layak telan kekalahan di partai final. Chiellini merasa, Bianconneri tampil tidak seperti biasanya, seperti kehilangan identitas. Tapi dia yakin, hal ini akan dijadikan sebagai pelajaran yang sangat berarti untuk pertandingan-pertandingan berikutnya.

“Kekecewaan terbesar saya adalah kami tidak bermain seperti Juve sesungguhnya. Entah itu di babak pertama atau setelah jeda, Kami akan menggunakan pengalaman ini demi masa depan yang lebih cerah. Kami semua ingin bermain dalam partai seperti di Cardiff lagi. Kami ingin melakukannya sesegera mungkin, musim depan pun jadi.”

“Performa individual tidak penting dalam partai besar macam itu, yang penting adalah kesatuan di dalam tim dan kami gagal menunjukkannya. Kami semua layak disalahkan, karena kebobolan empat gol lewat situasi open-play, padahal kami tak pernah mengalaminya dalam perjalanan ke final!” ungkap Chiello, seperti dikutip Rai.

Paul Pogba Kurang Puas Dengan Musim Pertamanya di MU

Paul Pogba Kurang Puas Dengan Musim Pertamanya di MU

Bintang muda Prancis, Paul Pogba, mengakui bahwa musim pertamanya di periode kedua bersama dengan Manchester United berjalan cukup bagus, tapi secara performa pribadi, mantan bintang Juventus ini masih merasa belum puas, kendatipun klubnya berhasil memenangi tiga titel major.

Paul Pogba Kurang Puas Dengan Musim Pertamanya di MU

Seperti diketahui, sosok pemain berusia 24 tahun tersebut didatangkan Manchester United dari Juventus pada musim panas tahun lalu dengan banderol yang memecahkan rekor transfer dunia, 105 Juta Euro. Di musim pertamanya, dia berhasil mencetak sembilan gol dan enam assist yang mengantarkan United meraih titel Piala Liga, FA Community Shield dan Liga Europa.

Di Ajang Liga Primer Inggris, Manchester united sendiri hanya mampu finish di urutan ke-6 klasemen akhir, namun tetap berhak atas tiket ke ajang Liga champions Eropa musim depan karena berhasil memenangkan trofi liga Europa usai kalahkan Ajax di babak final.

Dengan prestasi tersebut, Pogba sendiri secara pribadi mengaku cukup senang, namun dia secara pribadi masih merasa belum maksimal di musim pertamanya pada periode kedua sebagai pemain Manchester United. diakui sang pemain Prancis, bahwa fakta bahwa dia terlambat bergabung dengan Setan Merah setelah memainkan final Piala Euro 2016 bersama timnas Prancis adalah salah satu alasan utama dibalik fakta tersebut.

“Musim pertama saya setelah kembali ke Manchester berjalan dengan baik, tapi sedikit rumit, Saya harus beradaptasi dengan sepakbola Inggris. Saya tidak menjalani pra-musim dengan benar, jadi saya harus langsung tampil di laga kompetitif.”

“Tapi setelah lebih banyak berlatih saya merasa lebih baik. Bersama para pemain yang lain, sejak awal saya sudah merasa nyaman. Benar hasilnya tidak sebaik yang kami harapkan, tapi kami berhasil mencapai target. Secara keseluruhan ini musim yang bagus bagi kami.” ujar Pogba kepada Sky Germany.

Bagi Pogba, ini adalah periode keduanya bersama dengan Manchester United, sebelumnya sosok berusia 24 tahun tersebut adalah hasil didikan tim akademi Setan Merah yang kemudian pergi secara gratis ke Juventus di tahun 2012.

Romelu Lukaku Kembali Pastikan Bakal Tinggalkan Everton

Romelu Lukaku Kembali Pastikan Bakal Tinggalkan Everton

Striker Internasional Belgia, Romelu Lukaku kembali menegaskan bahwa musim depan dia tidak akan lagi berkostum Everton, meski sejauh ini masa depannya sendiri masih jadi teka-teki. Namun yang jelas, eks pemain Chelsea ini menegaskan bahwa bertahan di Goodison Park bukanlah opsi yang akan dia pertimbangkan.

Romelu Lukaku Kembali Pastikan Bakal Tinggalkan Everton

Romelu Lukaku, 23 tahun, merupakan pemain Everton sejak tahun 2013 silam, awalnya dia dipinjamkan dari Chelsea, sebelum akhirnya ditebus secara permanen pada musim panas tahun 2014 silam. Dalam tiga tahun terakhir, Lukalu mencatatkan performa yang apik bersama dengan The Toffees, berkembang menjadi salah seorang striker berprospek cerah.

Belakangan, dia dikaitkan dengan sejumlah raksasa Eropa, mulai dari Manchester United, sampai mantan klubnya sendiri, Chelsea. Sejauh ini, masih belum jelas kemana pemain Timnas Belgia itu akan melanjutkan karirnya, tapi satu hal yang bisa dipastikan oleh Lukaku adalah dia tidak akan bertahan di Goodison Park musim depan, karena itu bukanlah salah satu opsinya.

“Bertahan di Everton? Itu bukan opsi bagi saya,” ujarnya.

Lebih lanjut, saat ditanya tentang manakah klub yang aka dia tuju, Manchester United atau Chelsea, Lukaku masih enggan angkat bicara.

“No comment, saya tidak bisa menjawabnya. Saya tahu ke mana saya akan pergi, namun saya akan terus berbicara dengan agen saya. Untuk saat ini, Liga Primer adalah liga terbaik untuk saya. Setelah enam tahun, saya sudah tahu liga itu luar-dalam. Saya ingin menggapai 100 gol.”

Menurut informasi yang terdengar di sejumlah media, Lukaku akan dibanderol Everton dengan nilai 60 Juta Poundsterling. Saat ini, sang pemain sendiri masih terikat kontrak berdurasi dua tahun dengan Everton, namun telah menolak perpanjangan kontrak dari pihak klub.

Lukaku sekarang tengah bersama dengan tim Nasional Belgia untuk berjuang dalam lanjutan babak kualifikasi piala dunia 2018 Zona Eropa.

Simone Inzaghi Dapat Kontrak baru di Lazio

Simone Inzaghi Dapat Kontrak baru di Lazio

Lazio sepertinya sangat puas dengan kinerja eks Pemain klub yang kini bekerja sebagai juru taktik tim utama klub, Simone Inzaghi. Hal tersebut bisa dilihat dari keputusan Si Elang melayangkan kontrak baru kepada sosok berusia 41 tahun tersebut, dimana kontrak ini akan membuatnya bertahan sampai tahun 2020 mendatang.

Simone Inzaghi Dapat Kontrak baru di Lazio

Sebagai informasi, Simone Inzaghi mengambil alih kursi pelatih Biancoleste dari tangan Marcelo Bielsa di awal musim 2016/17 ini. Dibawah arahan pelatih bertangann dingin tersebut, Lazio berhasil finish sebagai peringkat kelima di klasemen akhir dan mendapatkan satu tiket ke ajang Liga europa musim depan.

Tak hanya itu, dengan ramuan taktik Inzaghi, Lazio juga berhasil melangkah sampai ke babak final Coppa Italia, dengan mengalahkan AS Roma pada partai semifinal. Kendati pada babak final mereka akhirnya dikalahkan oleh Juventus dengan skor 0-2, tapi pihak Lazio tetap puas dengan kinerja pelatih berusia 41 tahun itu.

Memang, belum ada pernyataan resmi dari pihak Biancoleste mengenai kontrak baru yang mereka layangkan kepada saudara kandung Filipo Inzaghi tersebut, akan tetapi, Simone sendiri yang mengatakan bahwa kesepakatan kontrak baru telah tercapai, dan dalam waktu dekat klub bakal mengumumkan tercapainya kesepakatan ini.

“Saya bahagia memperpanjang kontrak bersama Lazio, Yang diperlukan sekarang tinggal tanda tangan semua pihak dan ini segera rampung. Saya senang bisa melanjutkan pekerjaan dan semoga saja bisa meraih hal hebat musim depan.” kata Inzaghi di Sky Sports Italia.

Sebagaimana diketahui, Simone Inzaghi sendiri merupakan mantan pemain Lazio, dimana dia membela klub ibu kota sebagai pemain selama kurang lebih 11 tahun lamanya, sejak 1999 sampai tahun 2010, tahun dimana dia memutuskan pensiun dan merambah ke dunia manajerial.

Menurut kabar yang terdengar, kontrak baru akan membuat Simone Inzaghi bertahan di Stadio Olimpico sselama kurang lebih tiga tahun ke depan.

Vincent Janssen Bakal Tentukan Masa Depannya Usai Liburan

Vincent Janssen Bakal Tentukan Masa Depannya Usai Liburan

Striker tim Nasional Belanda, Vincent Janssen mengakui bahwa dia akan tetap mempertimbangkan masa depannya bersama dengan Tottenham Hotspur selepas menikmati liburan di musim panas ini. Seperti diketahui, sosok berusia 22 tahun itu memang sulit bersaing dengan Harry kane di tim utama The Lily Whites musim kemarin.

Vincent Janssen Bakal Tentukan Masa Depannya Usai Liburan

Janssen, 22 tahun, baru saja membantu timnas Belanda memenangkan pertandingan persahabatan melawan Pantai Gading lewat keunggulan telak 5-0, dengan sang pemain yang turut mencetak gol dalam laga tersebut. Tapi, cerita yang berbeda justru terjadi di level klub, bersama Spurs, Janssen hanya mengemas dua gol saja di musim debutnya di Inggris dengan total 27 penampilan.

Sang pemain lebih sering diturunkan sebagai pelapis Harry Kane yang merupakan top Skorer klub dalam dua musim terakhir. Tak heran jika situasi ini membuat Janssen berpikir untuk menimbang opsi lainnya musim depan. Setelah sempat mengaku tidak akan menyerah dengan persaingan di Tim Utama Arahan Mauricio Pochettino, kini eks pemain Ajax justru akan mempertimbangkan alternatif yang ada musim depan. Tapi hal itu baru akan dia pikirkan selepas menikmati liburan musim panas ini.

“Saya menemui situasi yang sulit dengan peran saya sebagai pemain pengganti, terkadang sekadar duduk di bangku cadangan di Spurs [itu sulit], namun saya belajar untuk mengatasi itu. Sebagai pemain muda saya harus bersaing dengan Harry Kane – topskor Liga Primer – juga bermain di liga tersulit di dunia, serta bersaing dengan seorang striker yang tengah dalam performa hebat.”

“[Masa depan saya] itu akan ditentukan setelah liburan. Saya sendiri menginginkan lebih banyak menit bermain, namun di sisi lain ada baiknya untuk bungkam. Saya tidak bisa mengatakan apapun [soal prospek kembali ke Eredivisie]. Saya tetap membuka semua opsi.”

Akhir pekan nanti, kemungkinan besar Janssen akan kembali diandalkan timnas Belanda dalam laga lanjutan babak kualifikasi Piala dunia 2018 melawan Luksemburg.

Real Madrid, Zinedine Zidane

Radja Nainggolan ejek Para fans Juventus

Gelandang andalan AS Roma, Radja Nainggolan, tak segan untuk menambah duka para tifosi Juventus setelah tim kesayangan mereka kembali gagal memenangkan trofi Liga Champions Eropa musim ini. Lewat akun instagram pribadinya, nainggolan mengejek para Juventini yang belakangan selalu menyerang dia di sosial media, dan membangga-banggakan diri atas prestasi tim arahan Max Allegri.

Real Madrid, Zinedine Zidane

Memang, Juventus awalnya dijagokan untuk menyudahi dominasi tim Spanyol dalam persaingan di ajang liga Champions Eropa musim ini. Setelah tampil cemerlang di sepanjang fase gugur, mengalahkan Barcelona dengan agregat 3-0, dan hanya sekali kebobolan, Buffon cs pun dipercaya bakal mengakhiri paceklik gelar liga Champions yang telah berlangsung sejak tahun 1997 silam.

Namun sayang, setelah tampil gemilang di babak pertama partai final dan mengakhirinya dengan skor imbang 1-1, tim besutan Allegri justru kebobolan tiga gol pada babak kedua, menyerah begitu saja dan tertunduk lesu di akhir pertandingan. Praktis, para fans Juventus yang sebelumnya begitu sesumbar pun akhirnya terdiam tanpa kata.

Nainggolan adalah salah satu korban yang diserang rasa sesumbar para fans Juventus sebelum partai final berlangsung. Tak heran jika kekalahan Biaconneri di Cardiff itu dianggapnya sebagai malam yang luar biasa. Lewat akun Instagramnya, pemain berdarah Indonesia ini mengunggah pesan video singkat berupa ejekan kepada para tifosi Juventus.

“Sungguh malam yang luar biasa, Saya sedang bersama timnas, sayangnya yang lain sudah berlibur. Ada beberapa yang berlibur dan beberapa yang pergi ke Cardiff. Saya membuat video ini untuk menjawab beberapa yang menghina saya dan bicara sebelum laga — Seharusnya anda tidak melakukan hal seperti itu. Sebaiknya anda tidak pernah berkata sesumbar sebelum final berlangsung ”

“Saya hanya ingin melihat apakah orang yang sama akan menjawab saya sekarang. Saya membuat video ini untuk fans Juventus, tapi mungkin terlalu mahal untuk terkoneksi dari jarak jauh. Mereka sudah menghabiskan banyak uang sepanjang pertandingan. tiga hari yang lalu, kalian membanggakan diri sendiri, sesumbar, dan sekarang, apa yang akan kalian katakan ? ” kata pemain Belgia ini .

Valverde Yakin Bisa Atasi Masalah Ego para Pemain Barca

Valverde Yakin Bisa Atasi Masalah Ego para Pemain Barca

Pelatih Anyar Barcelona, Ernesto Valverde belum lama ini melakoni jumpa pers pertamanya sebagai suksesor Luis Enrique. Nah, dalam kesempatan tersebut, mantan pelatih Athletic Bilbao, mengaku yakin bahwa dirinya bisa mengatasi rasa egois dari para bintang Raksasa Catalan di Ruang Ganti.

Valverde Yakin Bisa Atasi Masalah Ego para Pemain Barca

Seperti diketahui, sosok berusia 53 tahun tersebut telah resmi diumumkan sebagai pelatih anyar Barcelona, menggantikan Luis Enrique yang sebelumnya telah memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak kerja samanya bersama dengan raksasa Catalan.

Mantan juru taktik Athletic Bilbao ini memiliki pengalaman yang cukup banyak dalam menukangi Klub la Liga Spanyol dengan Valencia, Espanyol dan terakhir Athletic Bilbao. Sebelum malang-melintang di Spanyol, Valverde juga sempat menukangi klub Yunani, Olympiakos.

Di Barcelona, tentu saja akan ada tantangan yang lebih berat bagi Valverde, sebagaimana Barcelona hanya meraih satu gelar saja pada musim sebelumnya. Tapi terlepas dari itu, tugas berat bagi Valverde adalah mempertahankan filosofi klub dan juga menahan ego para pemain Barcelona.

Ya, tim yang bertabur bintang secara otomatis akan menghadirkan ego yang banyak di ruang ganti, karena semua pemain ingin berkuasa. Tapi, Valverde sendiri yakin bahwa dia akan mampu menjaga ego para pemain Barcelona.

“Amat penting untuk menjadi yang terbaik. Saya kira saya akan menemui sekumpulan pemain muda yang ingin menang dan diwajibkan untuk berada dalam kondisi terbaik. Ego, saya kira, adalah sesuatu yang ideal untuk dimiliki para pemain.”

Misi pertama Valverde di Barca adalah memenangkan Piala Super Spanyol ketika bertemu dengan Real Madrid dalam dua leg yang akan berlangsung di awal musim 2017/18 mendatang. Yang bersangkutan sendiri telah sepakat untuk kontrak berdurasi tiga tahun dari raksasa Catalan.