Paul Pogba Kurang Puas Dengan Musim Pertamanya di MU

Paul Pogba Kurang Puas Dengan Musim Pertamanya di MU

Bintang muda Prancis, Paul Pogba, mengakui bahwa musim pertamanya di periode kedua bersama dengan Manchester United berjalan cukup bagus, tapi secara performa pribadi, mantan bintang Juventus ini masih merasa belum puas, kendatipun klubnya berhasil memenangi tiga titel major.

Paul Pogba Kurang Puas Dengan Musim Pertamanya di MU

Seperti diketahui, sosok pemain berusia 24 tahun tersebut didatangkan Manchester United dari Juventus pada musim panas tahun lalu dengan banderol yang memecahkan rekor transfer dunia, 105 Juta Euro. Di musim pertamanya, dia berhasil mencetak sembilan gol dan enam assist yang mengantarkan United meraih titel Piala Liga, FA Community Shield dan Liga Europa.

Di Ajang Liga Primer Inggris, Manchester united sendiri hanya mampu finish di urutan ke-6 klasemen akhir, namun tetap berhak atas tiket ke ajang Liga champions Eropa musim depan karena berhasil memenangkan trofi liga Europa usai kalahkan Ajax di babak final.

Dengan prestasi tersebut, Pogba sendiri secara pribadi mengaku cukup senang, namun dia secara pribadi masih merasa belum maksimal di musim pertamanya pada periode kedua sebagai pemain Manchester United. diakui sang pemain Prancis, bahwa fakta bahwa dia terlambat bergabung dengan Setan Merah setelah memainkan final Piala Euro 2016 bersama timnas Prancis adalah salah satu alasan utama dibalik fakta tersebut.

“Musim pertama saya setelah kembali ke Manchester berjalan dengan baik, tapi sedikit rumit, Saya harus beradaptasi dengan sepakbola Inggris. Saya tidak menjalani pra-musim dengan benar, jadi saya harus langsung tampil di laga kompetitif.”

“Tapi setelah lebih banyak berlatih saya merasa lebih baik. Bersama para pemain yang lain, sejak awal saya sudah merasa nyaman. Benar hasilnya tidak sebaik yang kami harapkan, tapi kami berhasil mencapai target. Secara keseluruhan ini musim yang bagus bagi kami.” ujar Pogba kepada Sky Germany.

Bagi Pogba, ini adalah periode keduanya bersama dengan Manchester United, sebelumnya sosok berusia 24 tahun tersebut adalah hasil didikan tim akademi Setan Merah yang kemudian pergi secara gratis ke Juventus di tahun 2012.

Romelu Lukaku Kembali Pastikan Bakal Tinggalkan Everton

Romelu Lukaku Kembali Pastikan Bakal Tinggalkan Everton

Striker Internasional Belgia, Romelu Lukaku kembali menegaskan bahwa musim depan dia tidak akan lagi berkostum Everton, meski sejauh ini masa depannya sendiri masih jadi teka-teki. Namun yang jelas, eks pemain Chelsea ini menegaskan bahwa bertahan di Goodison Park bukanlah opsi yang akan dia pertimbangkan.

Romelu Lukaku Kembali Pastikan Bakal Tinggalkan Everton

Romelu Lukaku, 23 tahun, merupakan pemain Everton sejak tahun 2013 silam, awalnya dia dipinjamkan dari Chelsea, sebelum akhirnya ditebus secara permanen pada musim panas tahun 2014 silam. Dalam tiga tahun terakhir, Lukalu mencatatkan performa yang apik bersama dengan The Toffees, berkembang menjadi salah seorang striker berprospek cerah.

Belakangan, dia dikaitkan dengan sejumlah raksasa Eropa, mulai dari Manchester United, sampai mantan klubnya sendiri, Chelsea. Sejauh ini, masih belum jelas kemana pemain Timnas Belgia itu akan melanjutkan karirnya, tapi satu hal yang bisa dipastikan oleh Lukaku adalah dia tidak akan bertahan di Goodison Park musim depan, karena itu bukanlah salah satu opsinya.

“Bertahan di Everton? Itu bukan opsi bagi saya,” ujarnya.

Lebih lanjut, saat ditanya tentang manakah klub yang aka dia tuju, Manchester United atau Chelsea, Lukaku masih enggan angkat bicara.

“No comment, saya tidak bisa menjawabnya. Saya tahu ke mana saya akan pergi, namun saya akan terus berbicara dengan agen saya. Untuk saat ini, Liga Primer adalah liga terbaik untuk saya. Setelah enam tahun, saya sudah tahu liga itu luar-dalam. Saya ingin menggapai 100 gol.”

Menurut informasi yang terdengar di sejumlah media, Lukaku akan dibanderol Everton dengan nilai 60 Juta Poundsterling. Saat ini, sang pemain sendiri masih terikat kontrak berdurasi dua tahun dengan Everton, namun telah menolak perpanjangan kontrak dari pihak klub.

Lukaku sekarang tengah bersama dengan tim Nasional Belgia untuk berjuang dalam lanjutan babak kualifikasi piala dunia 2018 Zona Eropa.

Simone Inzaghi Dapat Kontrak baru di Lazio

Simone Inzaghi Dapat Kontrak baru di Lazio

Lazio sepertinya sangat puas dengan kinerja eks Pemain klub yang kini bekerja sebagai juru taktik tim utama klub, Simone Inzaghi. Hal tersebut bisa dilihat dari keputusan Si Elang melayangkan kontrak baru kepada sosok berusia 41 tahun tersebut, dimana kontrak ini akan membuatnya bertahan sampai tahun 2020 mendatang.

Simone Inzaghi Dapat Kontrak baru di Lazio

Sebagai informasi, Simone Inzaghi mengambil alih kursi pelatih Biancoleste dari tangan Marcelo Bielsa di awal musim 2016/17 ini. Dibawah arahan pelatih bertangann dingin tersebut, Lazio berhasil finish sebagai peringkat kelima di klasemen akhir dan mendapatkan satu tiket ke ajang Liga europa musim depan.

Tak hanya itu, dengan ramuan taktik Inzaghi, Lazio juga berhasil melangkah sampai ke babak final Coppa Italia, dengan mengalahkan AS Roma pada partai semifinal. Kendati pada babak final mereka akhirnya dikalahkan oleh Juventus dengan skor 0-2, tapi pihak Lazio tetap puas dengan kinerja pelatih berusia 41 tahun itu.

Memang, belum ada pernyataan resmi dari pihak Biancoleste mengenai kontrak baru yang mereka layangkan kepada saudara kandung Filipo Inzaghi tersebut, akan tetapi, Simone sendiri yang mengatakan bahwa kesepakatan kontrak baru telah tercapai, dan dalam waktu dekat klub bakal mengumumkan tercapainya kesepakatan ini.

“Saya bahagia memperpanjang kontrak bersama Lazio, Yang diperlukan sekarang tinggal tanda tangan semua pihak dan ini segera rampung. Saya senang bisa melanjutkan pekerjaan dan semoga saja bisa meraih hal hebat musim depan.” kata Inzaghi di Sky Sports Italia.

Sebagaimana diketahui, Simone Inzaghi sendiri merupakan mantan pemain Lazio, dimana dia membela klub ibu kota sebagai pemain selama kurang lebih 11 tahun lamanya, sejak 1999 sampai tahun 2010, tahun dimana dia memutuskan pensiun dan merambah ke dunia manajerial.

Menurut kabar yang terdengar, kontrak baru akan membuat Simone Inzaghi bertahan di Stadio Olimpico sselama kurang lebih tiga tahun ke depan.

Vincent Janssen Bakal Tentukan Masa Depannya Usai Liburan

Vincent Janssen Bakal Tentukan Masa Depannya Usai Liburan

Striker tim Nasional Belanda, Vincent Janssen mengakui bahwa dia akan tetap mempertimbangkan masa depannya bersama dengan Tottenham Hotspur selepas menikmati liburan di musim panas ini. Seperti diketahui, sosok berusia 22 tahun itu memang sulit bersaing dengan Harry kane di tim utama The Lily Whites musim kemarin.

Vincent Janssen Bakal Tentukan Masa Depannya Usai Liburan

Janssen, 22 tahun, baru saja membantu timnas Belanda memenangkan pertandingan persahabatan melawan Pantai Gading lewat keunggulan telak 5-0, dengan sang pemain yang turut mencetak gol dalam laga tersebut. Tapi, cerita yang berbeda justru terjadi di level klub, bersama Spurs, Janssen hanya mengemas dua gol saja di musim debutnya di Inggris dengan total 27 penampilan.

Sang pemain lebih sering diturunkan sebagai pelapis Harry Kane yang merupakan top Skorer klub dalam dua musim terakhir. Tak heran jika situasi ini membuat Janssen berpikir untuk menimbang opsi lainnya musim depan. Setelah sempat mengaku tidak akan menyerah dengan persaingan di Tim Utama Arahan Mauricio Pochettino, kini eks pemain Ajax justru akan mempertimbangkan alternatif yang ada musim depan. Tapi hal itu baru akan dia pikirkan selepas menikmati liburan musim panas ini.

“Saya menemui situasi yang sulit dengan peran saya sebagai pemain pengganti, terkadang sekadar duduk di bangku cadangan di Spurs [itu sulit], namun saya belajar untuk mengatasi itu. Sebagai pemain muda saya harus bersaing dengan Harry Kane – topskor Liga Primer – juga bermain di liga tersulit di dunia, serta bersaing dengan seorang striker yang tengah dalam performa hebat.”

“[Masa depan saya] itu akan ditentukan setelah liburan. Saya sendiri menginginkan lebih banyak menit bermain, namun di sisi lain ada baiknya untuk bungkam. Saya tidak bisa mengatakan apapun [soal prospek kembali ke Eredivisie]. Saya tetap membuka semua opsi.”

Akhir pekan nanti, kemungkinan besar Janssen akan kembali diandalkan timnas Belanda dalam laga lanjutan babak kualifikasi Piala dunia 2018 melawan Luksemburg.

Real Madrid, Zinedine Zidane

Radja Nainggolan ejek Para fans Juventus

Gelandang andalan AS Roma, Radja Nainggolan, tak segan untuk menambah duka para tifosi Juventus setelah tim kesayangan mereka kembali gagal memenangkan trofi Liga Champions Eropa musim ini. Lewat akun instagram pribadinya, nainggolan mengejek para Juventini yang belakangan selalu menyerang dia di sosial media, dan membangga-banggakan diri atas prestasi tim arahan Max Allegri.

Real Madrid, Zinedine Zidane

Memang, Juventus awalnya dijagokan untuk menyudahi dominasi tim Spanyol dalam persaingan di ajang liga Champions Eropa musim ini. Setelah tampil cemerlang di sepanjang fase gugur, mengalahkan Barcelona dengan agregat 3-0, dan hanya sekali kebobolan, Buffon cs pun dipercaya bakal mengakhiri paceklik gelar liga Champions yang telah berlangsung sejak tahun 1997 silam.

Namun sayang, setelah tampil gemilang di babak pertama partai final dan mengakhirinya dengan skor imbang 1-1, tim besutan Allegri justru kebobolan tiga gol pada babak kedua, menyerah begitu saja dan tertunduk lesu di akhir pertandingan. Praktis, para fans Juventus yang sebelumnya begitu sesumbar pun akhirnya terdiam tanpa kata.

Nainggolan adalah salah satu korban yang diserang rasa sesumbar para fans Juventus sebelum partai final berlangsung. Tak heran jika kekalahan Biaconneri di Cardiff itu dianggapnya sebagai malam yang luar biasa. Lewat akun Instagramnya, pemain berdarah Indonesia ini mengunggah pesan video singkat berupa ejekan kepada para tifosi Juventus.

“Sungguh malam yang luar biasa, Saya sedang bersama timnas, sayangnya yang lain sudah berlibur. Ada beberapa yang berlibur dan beberapa yang pergi ke Cardiff. Saya membuat video ini untuk menjawab beberapa yang menghina saya dan bicara sebelum laga — Seharusnya anda tidak melakukan hal seperti itu. Sebaiknya anda tidak pernah berkata sesumbar sebelum final berlangsung ”

“Saya hanya ingin melihat apakah orang yang sama akan menjawab saya sekarang. Saya membuat video ini untuk fans Juventus, tapi mungkin terlalu mahal untuk terkoneksi dari jarak jauh. Mereka sudah menghabiskan banyak uang sepanjang pertandingan. tiga hari yang lalu, kalian membanggakan diri sendiri, sesumbar, dan sekarang, apa yang akan kalian katakan ? ” kata pemain Belgia ini .

Valverde Yakin Bisa Atasi Masalah Ego para Pemain Barca

Valverde Yakin Bisa Atasi Masalah Ego para Pemain Barca

Pelatih Anyar Barcelona, Ernesto Valverde belum lama ini melakoni jumpa pers pertamanya sebagai suksesor Luis Enrique. Nah, dalam kesempatan tersebut, mantan pelatih Athletic Bilbao, mengaku yakin bahwa dirinya bisa mengatasi rasa egois dari para bintang Raksasa Catalan di Ruang Ganti.

Valverde Yakin Bisa Atasi Masalah Ego para Pemain Barca

Seperti diketahui, sosok berusia 53 tahun tersebut telah resmi diumumkan sebagai pelatih anyar Barcelona, menggantikan Luis Enrique yang sebelumnya telah memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak kerja samanya bersama dengan raksasa Catalan.

Mantan juru taktik Athletic Bilbao ini memiliki pengalaman yang cukup banyak dalam menukangi Klub la Liga Spanyol dengan Valencia, Espanyol dan terakhir Athletic Bilbao. Sebelum malang-melintang di Spanyol, Valverde juga sempat menukangi klub Yunani, Olympiakos.

Di Barcelona, tentu saja akan ada tantangan yang lebih berat bagi Valverde, sebagaimana Barcelona hanya meraih satu gelar saja pada musim sebelumnya. Tapi terlepas dari itu, tugas berat bagi Valverde adalah mempertahankan filosofi klub dan juga menahan ego para pemain Barcelona.

Ya, tim yang bertabur bintang secara otomatis akan menghadirkan ego yang banyak di ruang ganti, karena semua pemain ingin berkuasa. Tapi, Valverde sendiri yakin bahwa dia akan mampu menjaga ego para pemain Barcelona.

“Amat penting untuk menjadi yang terbaik. Saya kira saya akan menemui sekumpulan pemain muda yang ingin menang dan diwajibkan untuk berada dalam kondisi terbaik. Ego, saya kira, adalah sesuatu yang ideal untuk dimiliki para pemain.”

Misi pertama Valverde di Barca adalah memenangkan Piala Super Spanyol ketika bertemu dengan Real Madrid dalam dua leg yang akan berlangsung di awal musim 2017/18 mendatang. Yang bersangkutan sendiri telah sepakat untuk kontrak berdurasi tiga tahun dari raksasa Catalan.